Tips Bentuk Candlechartpattern Untuk OP

Forexmart
Chart pattern, Head and soldier/kepala dan bahu
Pola kepala dan bahu juga merupakan formasi pembalikan tren.
Hal ini dibentuk oleh puncak (bahu), diikuti dengan puncak yang lebih tinggi (kepala), dan kemudian lagi puncak yang lebih rendah (bahu). Sebuah “leher” ditarik dengan menghubungkan titik-titik terendah dari dua lembah. Kemiringan garis ini dapat ke atas atau ke bawah. Biasanya, ketika leher kebawah, menghasilkan sinyal yang lebih handal.

lihat dan amati gambar di bawah setelah tren terbentuk yaitu down yg sgt kuat,pada dasarnya chart pattern adalah pola chandle contekan dari chart sebelumnya. Dalam contoh ini, kita dapat dengan mudah melihat pola kepala dan bahu. Kepala adalah puncak kedua dan merupakan titik tertinggi dalam pola. Kedua bahu juga membentuk puncak tetapi tidak melebihi tinggi kepala.

Dengan formasi ini, menempatkan perintah entri di bawah leher tersebut.
Kita juga bisa menghitung target dengan mengukur titik tinggi kepala ke leher tersebut. Jarak ini kira-kira seberapa jauh harga akan bergerak setelah leher ditembus

Anda dapat melihat bahwa begitu harga menurun di bawah garis leher akan mencapai target yang setidaknya ukuran jarak antara kepala dan leher itu.

Jika head and soldier di arahkan untuksell kebalikan ini adalah untuk Buy yaitu head n soldier yg terbalik.

Di sini Anda dapat melihat bahwa ini adalah seperti pola kepala dan bahu, tapi terbalik. Dengan formasi ini, kami akan menempatkan order entry buy di atas leher itu.

Target kami adalah dihitung seperti pola kepala dan bahu. Mengukur jarak antara kepala dan leher, dan bahwa kira-kira jarak bahwa harga akan bergerak setelah tembus leher tersbt.Semoga bermanfaat..... thx.

 

Parabolic SAR
Termasuk ke dalam Momentum Indicator karena P SAR mencari pergerakan singkat. Sebenarnya Parabolic SAR adalah untuk melihat titik dimana harga akan berhenti dan berbalik arah, oleh karena itu indikator ini memiliki nama SAR, yaitu singkatan dari Stop And Reverse.

Parabolic SAR terdiri dari garis titik – titik yang berada di bawah harga atau di atas harga. Itulah sinyal yang diberikan Parabolic SAR.


Jika Parabolic SAR di atas harga : tanda SELL
Jika Parabolic SAR di bawah harga : tanda BUY


Anda juga dapat memperkirakan besar atau kecilnya pergerakan harga dengan melihat jarak harga dengan Parabolic SAR. Semakin jauh harga dengan Parabolic SAR, maka akan semakin besar pergerakannya. Contoh pemakaian Parabolic SAR pada USDJPY adalah sebagai berikut

Relative Strength Index
Juga termasuk ke dalam Oscillator karena pergerakannya yang terbatas dari 0 – 100. RSI hanya terdiri dari satu garis, sehingga tidak ada penggunaan untuk Crossover. Namun RSI juga mempunyai wilayah Oversold dan Overbought. Sehingga tanda yang diberikan RSI adalah :

RSI berada di atau menembus daerah 50 – 100: Overbought ; tanda SELL
RSI berada di atau menembus daerah 0 – 50 : Oversold ; tanda BUY


Salah satu keunikan RSI adalah anda dapat menerapkan pola chart pattern pada RSI langsung. Walau anda sebaiknya tidak mentargetkan pergerakan RSI, namun paling tidak anda dapat memperkirakan pergerakan RSI tersebut yang pada akhirnya menunjukkan pergerakan harga.
Berikut adalah contoh hasil analisa RSI pada komoditi Raw Sugar
Stochastic Oscillator
Adalah salah satu indikator yang paling sering digunakan bagi para Trader, baik pemula ataupun yang sudah berpengalaman. Selain karena kemudahannya, Stochastic juga cukup baik sebagai action indicator. Stochastic terdiri dari beberapa jenis, namun yang paling terkenal adalah Fast & Slow Stochastic Oscillator. Fast Stochastic memberikan sinyal lebih cepat daripada Slow Stochastic. Dan sesuai dengan hukum yang berlaku di Teknikal Analisa, semakin cepat suatu indikator memberikan sinyal, semakin banyak False Signal yang terjadi. Stochastic terdiri dari dua garis. Garis Stochastic dan garis bantu (Trigger Line). Garis bantu biasanya merupakan Moving Average dari Stochastic itu sendiri. Cara menggunakan Stochastic adalah dengan melihat adanya persilangan antara garis Stochastic dengan Trigger Linenya. Persilangan demikian (dan pada indikator lainnya) disebut Crossover. Stochastic juga terdiri dari area yang disebut Overbought dan Oversold. Daerah Overbought adalah daerah yang bernilai (biasanya) 70 – 100. Daerah Oversold adalah daerah yang bernilai (biasanya) 0 – 30.

Berikut adalah cara membuat keputusan berdasarkan Stochastic :
Jika Stochastic Crossover Trigger Line dari Bawah ke Atas : tanda BUY
Jika Stochastic Crossover Trigger Line dari Atas ke Bawah : tanda SELL
Jika Stochastic keluar dari area Overbought (70 – 80) : tanda SELL
Jika Stochastic keluar dari area Oversold (20 – 30) : tanda BUY

Contoh penerapan Stochastic Oscillator pada EURUSD (lihat pada gambar):
Momentum
Disini dapat diartikan sebagai Minor Trend yang akan terjadi dan Momentum Indicators bertugas untuk mendeteksi adanya momentum yang akan terjadi. Oleh karena Momentum Indicators banyak yang berupa Oscillator Indicators, maka saya membahasnya secara bersamaan. Oscillator
Indicators adalah indikator yang bergerak terbatas pada nilai minimum hingga maksimumnya, biasanya bernilai 0 – 100. Oscillator indikator juga merupakan indikator yang mencari momentum pergerakan harga. Oscillator dan Momentum Indicators juga baik dipakai sebagai Action
Indicators. Disebut demikian karena keputusan anda dibuat setelah mereka, baik itu Oscillator maupun Momentum, telah memberikan Konfirmasi.

Modern Indicators
Adalah salah satu cabang dari Teknikal Analisa yang menurut saya lebih mudah diterapkan untuk Trader pemula karena cara pemakaian standar sudah cukup baik dalam penerapannya. Indikator ini menggunakan perhitungan statistika yang sangatlah scientific namun masih mempunyai sisi artnya karena mengharuskan pemakainya mengterjemahkan hasil perhitungan statistika tersebut. Hal yang penting dalam menggunakan Modern Indicator adalah pada umumnya, teknikal analisa (terutama indikator) memberikan dua hal, sebuah sinyal dan konfirmasi. Ketika ada suatu sinyal beli atau jual, anda sebaiknya tidak membuat keputusan apa, namun paling tidak bersiap – siap untuk mengambil keputusan tersebut. Setelah ada suatu tanda konfirmasi yang sesuai dengan sinyal (dan analisa anda), barulah anda membuat keputusan untuk masuk atau keluar pasar. Hal penting lainnya dalam menggunakan indikator adalah periode yang dipergunakan untuk menghitung suatu indikator. Indikator sebenarnya tidak lain adalah perhitungan dengan rumus – rumus statistika dimana terdapat
angka penting yang menentukan suatu keputusan. Angka tersebut adalah perhitungan dan penggunaan periode (jumlah bar chart / candlestick yang dipergunakan). Namun sebagai awal, anda tidak perlu memperhatikannya karena para pencipta indikator – indikator tersebut telah menyarankan periode standar yang saya anggap sudah cukup baik. Anda dapat mencari periode terbaik yang dapat dipergunakan untuk tiap indikator pada tiap instrumen, yang biasanya berbeda, dengan trial error
memasukkan periode – periode tertentu dan menentukan mana periode terbaik dalam memberikan sinyal dan konfirmasi. Ada banyak indikator yang dapat anda pergunakan, namun sebagai awal,
hanya beberapa indikator yang dibahas dalam modul ini. Dalam penggunaan sehari – hari untuk Trading pun anda sebaiknya tidak memakai terlalu banyak indikator. Pilihlah yang anda pahami dan anda percaya, lalu terapkan dan pergunakan dengan benar sebagai salah satu tools pembuat keputusan Trading anda.

Timeframe/jangka waktu
Adalah penggambaran rentang waktu yang digunakan dalam suatu periode analisa. Timeframe biasa ditunjukkan dengan satuan waktu yang terdiri dari 1 Menit, 5 Menit, 15 Menit, 30 Menit, 1 Jam, 4 Jam, 1 Hari, 1 Minggu dan 1 Tahun.

Chart – chart seperti Candlestick dan Bar Chart yang kita pelajari sebelumnya biasanya menunjukkan Timeframe tersebut. Jika kita men‐setting Timeframe 1 Hari (D1 / Day) pada software Teknikal analisa kita, maka Satu Candlestick / Bar tersebut menunjukkan satu hari. Begitupula dengan Harga OpenHighLowClose‐nya. Berarti Open tersebut adalah harga pembukaan, penutupan, tertinggi dan terendah pada satu hari itu. Perlu diperhatikan bahwa setting timeframe 1 Hari yang terdiri dari 1
Candlestick / Bar, itu berarti terdiri dari 6 Candlestick / Bar dengan timeframe 4
Jam, 24 Candlestick / Bar dengan timeframe 1 Jam dan seterusnya

Siklus Trend 
Ini penting dalam Pasar Saham. Karena siklus ini menandakan kapan para investor mengumpulkan Saham dan kapan para investor melepas Saham tersebut. Siklus ini terdiri dari Akumulasi, Mark‐Up dan Distribusi. Akumulasi ada periode ketika sedikit investor mengumpulkan saham dan biasanya mereka mengumpulkannya sedikit demi sedikit sehingga tidak terlihat adanya peningkatan volume transaksi yang signifikan (yang nantinya akan meningkatkan harga saham sebelum mereka belum merasa cukup mengkoleksi saham tersebut).
Mark‐Up adalah periode dimana pasar mulai menunjukkan permintaan terhadap saham tersebut yang biasanya diikuti dengan kenaikan harga saham (semakin tinggi permintaan, harga akan semakin tinggi juga).
Ketika para investor yang mulai mengumpulkan saham tersebut dalam periode awal (periode Akumulasi) mulai merasa cukup mendapat keuntungan (Capital Gain) maka mereka sedikit demi sedikit melepas saham mereka. Sedikit demi sedikit agar tidak terjadi volume transaksi yang mencolok yang dapat menyebabkan harga turun drastis.
Berikut adalah gambaran mengenai Siklus Trend dalam saham ANTM

Primary, intermediate & minor trend
Trend dibagi lagi berdasarkan Rentang Waktu dan umumnya kekuatan trend berbeda tiap rentang waktu. Trend paling kuat terdapat pada rentang waktu yang paling panjang, yang kekuatannya ada menengah ada di waktu yang tengah dan kekuatan terkecil di rentang waktu paling pendek.

Trend yang terjadi untuk rentang waktu terpanjang disebut Primary Trend atau Trend yang utama. Trend selanjutnya pada rentang waktu mengenah disebut Intermediate Trend dan pada rentang waktu terkecil disebut Minor Trend. Minor Trend biasa disebut juga dengan Momentum. Berikut ini adalah identifikasi Trend dari IHSG
 Sideways
Bentuk Trend ketiga yaitu Sideways dapat diartikan sebagai pergerakan harga yang cenderung mendatar. Pergerakan naik dan turun tetap ada, namun tidak ada New High atau New Low. Sehingga harga cenderung berada dalam suatu Batas Atas dan Batas Bawah yang sama dan membentuk suatu Channel (dijelaskan dibagian selanjutnya). Bentuk Sideways juga dapat diistilahkan dengan “Konsolidasi” dan biasanya harga memasuki tahap Sideways / Konsolidasi sebagai persiapan untuk bergerak dan membentuk Trend, baik Up Trend maupun Down Trend. Pada akhirnya, tidak ada identifikasi Trend Sideways yang baku. Namun anda dapat menggunakan indikator pembantu untuk mendeteksi adanya Trend yang Sideways, misalnya dengan menggunakan Bollinger Band atau MACD (akan dijelaskan di bagian selanjutnya) atau dengan membuat garis Channel, yaitu perpaduan garis Support & Resistance yang sejajar. Berikut ini adalah contoh Sideways dari Saham BMRI
Downtrend
Adalah Trend yang secara keseluruhan dan dalam jangka yang relatif panjang, harga instrumen bergerak turun.

Downtrend dideteksi dengan adanya “Lower High – Lower Low” seperti gambar dibawah ini:
Downtrend disebut juga dengan Bearish atau Beruang (Bear) karena Beruang menyerang dengan cakarnya dari arah atas ke bawah
Uptrend
Adalah Trend yang secara keseluruhan dan dalam jangka yang relatif panjang, harga instrument bergerak naik / meningkat. Uptrend dideteksi dengan memperhatikan hal sebagai berikut : “Higher
High – Higher Low” atau “HH – HL”
Berikut adalah contoh Uptrend pada saham INCO
Sekedar informasi, Uptrend disebut juga dengan Bullish atau Banteng (Bull), karena ketika Banteng menyerang, dia menyeduruk dengan tanduknya dari Bawah ke Atas.
Trend  
Adalah arah pergerakan harga secara keseluruhan dalam jangka yang relatif lebih panjang. Karena harga sendiri terkadang naik / turun secara acak namun jika dilhat secara garis beras, harga tersebut relatif menaik. Itulah yang disebut dengan Trend.

Speed Resistance Line (SRL)
Terdiri dari tiga garis yang membentuk Support dan Resistance. Pasangan garis – garis tersebut membentuk sudut yang berbeda. Sudut terkecil dan yang paling atas disebut juga sudut 2/3 (karena garis tengah SRL disebut Garis 2/3). Sedangkan sudut terbesar disebut juga sudut 1/3 (karena garis paling bawah SRL disebut Garis 1/3).
Garis tengah SRL atau garis 2/3 akan menjadi Support dan jika hargamenembus garis 2/3, Support selanjutnya adalah garis paling bawah atau garis 1/3. Dan tentu saja garis 2/3 akan menjadi Resistance. Jika harga tetap menembus Garis 1/3, maka harga akan mencari Support lainnya di luar garis SRL.
Berikut ini adalah contoh penerapan SRL pada saham Kalbe Farma (KLBF
)
Gann Fan
dibuat oleh W.D Gann (1878 – 1955) yang fokus dalam mempelajari Line Analysis yang pada tahunnya Indikator belum popular untuk digunakan. Gann sendiri menggunakan Sudut Geometri yang dihubungkan dengan Waktu dan Harga. Beliau percaya bahwa pola geometri tertentu dan sudut – sudut yang berkarakteristik unik dapat digunakan memprediksi pasar.
Saya tidak akan membahas cara perhitungannya, namun saya akan memberi gambaran bagaimana pembentukan Gann Fan. Seperti halnya Fibonacci, anda dapat memulai Gann Fan dengan software teknikal anda dengan menentukan titik awal atau sumbu utama. Selanjutnya, garis – garis Gann Fan yang terbentuk akan menjadi Support dan Resistance
nya.
Berikut ini adalah contoh penerapan Gann Fan pada saham United Tractors
(UNTR)
Line Analysis
Disini adalah tidak lain dari cara membentuk garis Support dan Resistance dengan tools standard yang biasa terdapat dalam software analisa teknikal seperti Metastock maupun Metatrader. Anda pun dengan mudah menerapkan Support dan Resistance dengan menggunakan tools Line Analysis. Anda hanya perlu mencari titik awal penerapan Line Analysis.
Dari sekian banyak cara standar untuk Line Analysis, saya memasukkan tiga tools yang standar dan banyak digunakan para Trader. Saya juga tidak membahas mengenai cara pembentukan tools – tools tersebut namun saya menggunakannya dengan contoh untuk memudahkan anda dalam menggunakannya.

Analisa Pivot Point
 
Memiliki tingkatan Support dan Resistance sampai tingkat dua (tingkatan yang tercakup dalam buku ini) sehingga anda dapat mengambil kesimpulan jika harga turun menembus (Breakout) Support tingkat satu, maka target harga selanjutnya adalah Support tingkat dua. Begitupun jika harga naik menembus Resistance tingkat satu, target selanjutnya adalah Resistance tingkat dua.
Analisa Pivot Point secara lengkap adalah sebagai berikut :

1. Jika harga dibuka (Open) di atas Pivot Point, maka harga cenderung untuk menguat dan bergerak mendekati Resistance.

2. Jika harga dibuka (Open) di bawah Pivot Point, maka harga cenderung untuk melemah dan bergerak mendekati Support.

3. Penembusan (Breakout) Support dan Resistance tingkat satu biasanya adalah Short‐Term Trend sedankan Breakout Support dan Resistance tingkat dua adalah Long‐Term Trend. Namun analisa seperti ini harus melihat dari kekuatan Trend yang sedang berlangsung.

4. Person menyebutkan Pivot Point sebagai Leading Indicators dan bukan Lagging Indicators (Leading dan Lagging Indicators akan dijelaskan di bagian Indikator), sehingga kita dapat bertindak (act dan bukan Re‐act) terhadap pergerakan harga kedepan jika harga mendekati garis – garis Pivot Point (termasuk Support dan Resistance‐nya)
a) Silahkan cari sinyal Buy atau Sell jika harga mendekati Support dan Resistance dari Pivot Point. Saya sebutkan ‘cari’ karena kita perlu melihat hal – hal lain untuk keputusan Buy atau Sell. Walau secara sederhana adalah Buy at Support dan Sell at Resistance, namun kenyataannya tidak semudah itu.
b) Jika Pivot Point Daily (Short‐Term) berdekatan atau berhimpitan (memiliki nilai yang hampir sama) dengan Pivot Point Weekly (Long‐Term), maka titik tersebut kuat sebagai Support atau Resistancei. Perhatikan garis – garis yang berdekatan atau berhimpitan. Contohnya adalah jika garis Support tingkat satu dari Pivot Point Daily
berhimpitan dengan Pivot Point Weekly, maka Support tingkat satu tersebut akan kuat untuk menahan penurunan harga. Atau jika Resistance tingkat dua dari Pivot Point Daily berhimpitan dengan Support tingkat satu dari Pivot Point Weekly, maka Resistance tingkat dua tersebut akan cukup kuat untuk membuat harga. Begitu juga
dengan garis – garis lainnya dalam Pivot Point.
c) Sehubungan dengan maksud Person bahwa Pivot Point sebagai Leading Indicators dan anda disarankan untuk act bukan re‐act dapat diartikan sebagai berikut : i. Jika harga mendekati Support (dari Pivot Point Short Term) yang kuat (berhimpitan dengan Pivot Point Long Term atau dengan alasan lainnya seperti rebound harga yang cukup sering ketika menyentuh Support tersebut), pasang posisi Buy, karena diharapkan harga akan memantul naik (rebound) ketika Support tersentuh. ii. Jika harga mendekati Resistance (dari Pivot Point Short Term) yang kuat (berhimpitan dengan Pivot Point Long Term atau dengan alasan lainnya seperti reversal harga yang cukup sering ketika menyentuh Resistance tersebut), pasang posisi Sell, karena diharapkan harga akan memantul turun (reversal) ketika Resistance tersentuh.
d) Pivot Point menghasilkan sinyal yang cukup baik jika digabung dengan indikator lainnya, dimana Person menyarankan dengan Candlestick, Chart Pattern dan indikator Stochastic Oscillator. (Candlestick dan Chart Pattern dibahas di bagian yang berbeda dalam buku ini)Line

Fibbonacci Retracement
terdiri dari garis – garis bernilai 0 23,6 – 38,2 – 50 – 61,8 – 100. Anda juga dapat menambahkan 168,1 atau 168,1 sebagai tambahan dari nilai Fibbonacci Retracement. Angka – angka tersebut menjadi daerah Support Resistancenya.

Yang perlu diperhatikan dalam membuat Fibbonacci Retracement adalah anda menentukan titik untuk memulai menarik garis Fibbonacci (titik 0 atau disebut Swing High / Swing Low) lalu mengakhirinya di titik 100 (atau disebut Swing Low / Swing High). Saya sebut Swing High – Swing Low sebagai pasangan. Karena Fibbonacci Retracement dapat digunakan untuk Uptrend (yang berarti Swing Low ke Swing High) dan Downtrend (yang berarti Swing High ke Swing Low).
Berikut ini adalah contoh pemakaian Fibbonacci Retracement :
Cara Modern
Seperti yang disebutkan diatas, yang menjadi Support dan Resistance dalam cara modern ini adalah indikator – indikator teknikal analisa. Karena indikator tersebut juga digolongkan sebagai teknikal analisa yang modern (muncul setelah komputer banyak digunakan sebagai salah satu alat hitung),
maka pembuatan Support dan Resistance dengan indikator saya sebut sebagai cara modern. Indikator teknikal analisa mempunyai bagian pembahasan sendiri dalam buku ini. Oleh karena itu, bagian ini tidak akan menjelaskan lebih lanjut mengenai indikator – indikator tersebut. Indikator – indikator yang dapat dijadikan Support dan Resistance adalah indikator yang ditempatkan satu lokasi dengan harga. Indikator – indikator tersebut antara lain adalah :


1. Moving Average (MA)
2. Bollinger Band
3. Envelope


Moving Average adalah indikator terbaik yang dapat menjadi Support dan Resistance. Namun karena Bollinger Band dan Envelope adalah sebuah bentuk turunan dari Moving Average, maka Bollinger Band dan Envelope dapat digunakan sebagai Support dan Resistance juga. Pada dasarnya, syarat – syarat pembuatan Support dan Resistance yang baik dengan menggunakan indikator sama seperti syarat – syarat pembuatan Support dan Resistance dengan cara tradisional. Khusus untuk Support dan Resistance dengan indikator, penggunaan periode (atau periode perhitungan) pada indikator tersebut sangatlah penting untuk menunjukkan kekuatan dan validasi dari Support dan Resistance. Untuk Moving Average, gunakan periode yang digunakan untuk membuat Long Term MA, seperti periode 50, 100 atau 200. Karena Moving Average dengan periode panjang tersebut cukup valid untuk diinterpretasikan sebagai Support dan Resistance.


Bollinger Band sebenarnya adalah indikator volatilitas yang melihat besar atau tidaknya pergerakan / perubahan harga. Bollinger Band terdiri dari tiga Band ; Upper Band, Middle Band dan Lower Band. Dan karena Middle Band dari Bollinger Band sendiri adalah Moving Average (dengan periode standarnya adalah 20), maka Support dan Resistance dari Bollinger Band dilihat dari persentuhan harga dengan Middle Band. Envelope pun dapat dijadikan sebagai Support dan Resistance karena terdiri dari Moving Average yang di‐ Shifted Upward dan di‐ Shifted Downward (Saya tidak dapat menemukan padanan kata yang tepat ke dalam bahasa Indonesia untuk kata “Shifted”). Envelope tidak dijelaskan lebih lanjut dalam bagian ini dan dalam buku ini karena bukan merupakan indikator yang sering digunakan dalam trading.
Pivot Point
Sesuai dengan pernyataan dari Person bahwa Pivot Point adalah salah satu alat untuk meramalkan pergerakan harga. Apapun artinya dan siapapun yang menyebutkannya, pada intinya tetap Pivot Point adalah Support dan Resistance yang dibuat berdasarkan perhitungan matematis (seperti yang saya sebutkan di bagian Support dan Resistance). Perhitungan Pivot Point
Pivot Point umumnya terdiri dari 5 Garis, yaitu :
1. Nilai Pivot Point
2. Support #1
3. Support #2
4. Resistance #1
5. Resistance #2
Saya katakan ‘umumnya’ karena ada yang membuat Support & Resistance sampai tingkat 3 (Support #3 & Resistance #3), namun karena perhitungannya tidaklah standar, maka Support dan Resistance #3 tidak saya cantumkan dalam edukasi ini.

Untuk pergerakan harga yang sering terjadi gap yang cukup besar antara periode satu dengan yang lainnya, Person menyarankan perhitungan Pivot Point tipe 2 dan tipe 3. Perlu diingat bahwa Pivot Point dihitung dari harga yang terjadi saat ini / saat lalu untuk mendapat Support dan Resistance saat nanti / saat sekarang. Sebagai contoh, jika anda ingin melihat pergerakan hari ini, maka anda membutuhkan data harga (Open – High – Low – Close) di hari kemarin. Jika anda ingin melihat pergerakan harga satu jam ke depan, anda membutuhkan data harga per satu jam saat ini. Saat ini, ada beberapa software teknikal analisa yang secara otomatis dapat menghitung Pivot Point sehingga anda tidak perlu repot untuk menghitungnya secara manual. Namun biasanya software tersebut terbatas pada perhitungan Pivot Point secara harian dan mingguan. Ada juga software kalkulator khusus untuk menghitunga Pivot Point, sehingga anda hanya cukup memasukkan data harga Open – High – Low – Close, lalu software tersebut langsung menunjukkan nilai Pivot Pointnya beserta Support dan Resistance tingkat satu dan tingkat duanya.

Baca juga:
5 Ciri Utama Kalau Anda Sudah Siap Trading Forex
Forexmart>
Tips Bentuk Candlechartpattern Untuk OP
Item Reviewed: Tips Bentuk Candlechartpattern Untuk OP 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

thread yang sangat bergunda dan mendetail sekali, terima kasih bro
dengan penjelasan tersebut maka wawasan dalam memahami chart di OctaFx menjadi lebih mantap dan bisa dipraktekan secara bertahap di akun demo

Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!